Senin, 29 Mei 2017

Everything Everything

everything everything
Judul : Everything Everything.

Penulis : Nicola Yoon.

Penerjemah : Airien Kusumawardani.

Penyunting : Brigida Ruri.

Proofreader : Selsa Chintya.

Design Cover : Irene Ritonga.

Cetakan : pertama, Oktober 2016.

kedua, Maret 2017.

ISBN : 978-602-74322-5-3.









Blurb :

Penyakitku langka, dan terkenal. Pada dasarnya, aku alergi terhadap seluruh dunia. Aku tidak bisa meninggalkan rumahku, dan belum pernah keluar dari ruamh selama tujuh belas tahun. orang yang aku temui hanyalah ibuku dan Carla, perawatku.

Tapi suatu hari, sebuah truk pindahan tiba di rumah sebelha. Aku melongok keluar dari jendel dan aku melihat cowok itu. Dia tinggi, kurus, dan mengenakan baju serba hitam. Dia memergokiku sedang menatapnya dan dia balik memelototiku. Namanya Olly.

Mungkin kita tidak bisa memperkirakan masa depan, tapi kita bisa memperkirakan satu atau dua hal. Seperti misalnya, aku yakin aku akan jatuh cinta pada Olly. Tapi, hal itu hanya akan menjadi bencana.


Review :

Kalau dibaca sinopsisnya hampir sama seperti Novel underwater. Tokoh utama wanita yang memiliki “ketakutan” kepada dunia, yang membedakan, kalau Underwater merupakan mental illness, Everything everything memang karena penyakit secara medis. Karena pertamanya baca Underwater, jadi nggak sengaja membandingkan, baca Everything everything kebayang underwater. Eh, padahal pertama kali terbit itu Everything everything kemudian Underwater. Baiklah, berusaha untuk tidak membandingkan.

Everything everything termasuk young adult, tahu dong ya percintaan young adult bagaimana, manis banget, dengan dua hal yang berbeda menjadi ketertarikan. Madeline atau biasa dipanggil Maddy, memiliki penyakit yang bisa dibilang alergi terhadap semuanya, penyakit SCID dan gara - gara novel ini, aku sampai googling apa itu SCID, ternyata beneran ada penyakit ini dikehidupan nyata😒. Madeline hanya memiliki Clara (pengasuhnya) dan Ibunya sekaligus dokter pribadinya. 

Olly, tetangga baru yang bisa dibilang memiliki kepribadian yang berbeda dari Maddy, hobinya parkour, itu loh yang suka manjat – manjat. Seperti percintaan pada umumnya, ketertarikan pada pandangan pertama. Awal - awal bab so sweet banget, bagaimana perkenalan, pertemuan Maddy dan Olly yang harus sesuai dengan prosedur yang njlimet. Klise sih, rasanya pengin baca langsung ke pertengahan bab. Di awal bab, olly masih terasa “napas wanitanya” hmm... gimana ya jelasinnya, dilihat dari latar belakang Olly yang aktif, parkour, tapi bisa berjam – jam chat by email dengan Maddy, yang notabene Maddy masih belum membuka diri tentang penyakitnya ke orang baru. Biasanya nih kalau cowok diajak obrol dengan lawan bicara tapi menyimpan rahasia, langsung ditinggal dan nggak males untuk melanjutkan chat, Eh tapi Olly perhatian banget sama Maddy yang baru ia temui, kurang ada sensasi cowoknya, biasanya kan cuek, seenaknya sendiri. Mungkin karena cerita ingin dibuat jatuh cinta pada pandangan pertama, langsung aja tuh Maddy dan Olly sama – sama jatuh cinta pandangan pertama. Ya itu sih kurang gregetnya karena tiba – tiba langsung ada ketertarikan.πŸ˜ŸπŸ˜‘

Novel ini memiliki layout seperti diary, ya kayak nggak baca novel, tapi baca diary Madeline, ada gambar tangan berupa resep, ada halaman yang cuma seuprit tulisannya. Bisanya kan kalau novel ada bab 1 dan seterusnya, kalau ini hampir setiap halaman ada judulnya yang dirasakan oleh Madeline. Meskipun diary identik dengan PoV 1, tapi ada beberapa PoV 3 yang menceritakan tentang masa lalu.

tulisan siapa ini? πŸ˜‚

Yang bikin betah baca novel ini selain layout yang unik, kalimat dan deskripsi yang manis. Berasa hampir kena diabetes saat ceritanya seputar Madeline dan Olly, meskipun di kehidupan pribadi Olly maupun Madeline memiliki konflik, tetap saja rangkaian kalimant penulis, manis banget.πŸ˜…

Novel Everything everything juga menonjolkan tokoh – tokoh yang multi etnis. Seperti Madeline, yang memiliki keturunan Jepang – Amerika dari garis keturunan ibunya, dan Afrika – Amerika. Clara, pengasuhnya yang berwajah spanyol, banyak kalimat tentang bahasa asing di novel ini, seperti spanyol, france dan lainnya, berasa seksi nih bibir kalau baca ala - ala orang prancisπŸ˜…

Teman – teman sudah tahu kan kalau novel ini diangkat menjadi film dan sudah rilis? Nah, penggambaranku tentang Madeline hampir persis seperti pemerannya difilm, tapi Olly kurang mirip seperti yang aku bayangin.😁

Cerita yang awalnya mengulas tentang kedekatan Madeline dan Olly, berlanjut ke konflik yang bikin aku berujar, “Lah kok seru.” Meskipun lebih menonjolkan drama, tapi konfliknya bikin greget. Apalagi kalau bukan masa lalu Madeline ternyata memiliki Ayah dan kakak lakinya yang telah meninggal, dan menyimpan misteri tersendiri. Sosok Ibu Madeline (Pauline) yang menyimpan rahasia yang akan mengubah sudut pandang Madeline tentang dirinya dan kehidupan. Sejujurnya, aku lebih suka kisah antara Madeline dengan Pauline, ikatan ibu dan anak yang menguras emosi, bikin sebel sih tapi semuanya ada penyebabnya. Eh tapi, gimana dengan hubungan Madeline dan Olly? Nggak selamanya manis, ada ketegangan tersendiri, baca novel aja deh, biar tahu sendiri.😜😜

Novel yang memiliki karakter tokoh yang beragam, unik, yang menjadikan novel ini wajib jadi list bacaanmu. Di luar dari kisah para tokohnya, novel ini cocok juga bagi penimbun buku, karena Madeline ini merupakan kutu buku, banyak judul – judul buku yang bertebaran di novel ini, bisa jadi referensi bacaan kamu, seperti pride and prejudice dan masih banyak lagi, dan beberapa judul film juga ada, di novel ini ada penyebutan Negara Indonesia loh di dialognya Olly dengan Madeline. Penasaran kaaaaan

Setelah baca novel ini, langsung pengin nonton filmnya!

"Sudah cukup banyak hal yang kau takutkan. Cinta tidak bisa membunuhmu."
"Menurut teori kekacauan, bahkan perubahan sekecil apa pun yang terjadi di kondisi awal, bisa mengarah ke sebuah hasil yang jauh di luar perkiraan." 

Tidak ada komentar :

Posting Komentar